Deskripsi Blog

BlogZonaMiliter adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

Popular Posts

Senin, 28 Agustus 2017

KRI Nagapasa 403 Hari Ini Telah Merapat Di Dermaga Ujung Surabaya


Tak butuh waktu berbulan-bulan, sejak KRI Nagapasa 403 diserahterimakan ke TNI AL pada 2 Agustus lalu di Okpo, Korea Selatan, kapal selam Type 209/1400 itu kemudian dilayarkan ke Tanah Air, dan kini kurang dari empat minggu, tepatnya hari ini (28/8/2017), KRI Nagapasa 403 telah resmi tiba dan merapat di Dermaga Ujung Koarmatim, basis pangkalan terbesar dan terkuat TNI AL yang berada di Surabaya, Jawa Timur.
Sebelum hari ini merapat di dermaga kapal selam, KRI Nagapasa 403 telah terendus keberadaanya saat melintasi Selat Sulawesi. Dan hari ini KSAL Laksamana TNI Ade Supandi memimpin upacara penyambutan kedatangan KRI Nagapasa-403‎. Kapal selam ini tiba dari Korea Selatan setelah diresmikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Ibu Nora Ryamizard Ryacudu pada tanggal 2 Agustus yang lalu.

Dikutip dari tnial.mil.id, KSAL menjelaskan KRI Nagapasa 403 merupakan kapal selam kelas Type 209/1400 pertama dari tiga buah kapal selam sejenis yang dibangun di Korea Selatan dan Indonesia. Dalam rangka Transfer of Technology sekaligus Transfer of Knowledge, pembangunan kapal selam ketiga direncanakan akan dilaksanakan di galangan PT PAL Indonesia. Hal ini merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL, dalam rangka proses alih teknologi yang pada gilirannya akan dapat membangun kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan Alutsista TNI.

Kapal selam KRI Nagapasa-403 sebagai kapal perang untuk memperkuat TNI AL memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air mampu berlayar lebih dari 50 hari dan menampung 40 kru untuk menunjang fungsi. Kapal selam ini juga dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur.
KRI Nagapasa 403 yang dibangun DSME (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering) ini merupakan kapal selam dengan Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation, serta dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI Angkatan Laut.



Kapal selam yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Harry Setyawan, berlayar dari Korea Selatan menuju Indonesia selama 16 hari dengan membawa 41 anak buah kapal (ABK). (Gilang Perdana)

Sumber : Indomiliter

kalashnikov Perkenalkan Motor Trail Tempur Bebas Bising


Sepeda motor telah menjadi kebutuhan bagi mobilitas pasukan elite untuk melibas medan berat, dari beragam jenis sepeda motor untuk aksi militer, model motor trail menjadi yang paling diunggulkan sampai saat ini. Namun dibalik kehandalan sosok motor trail, bunyi bising dari mesin dan knalpot menjadi ‘tantangan’ tersendiri, maklum pergerakan pasukan elite membutuhkan wahana yang tak hanya handal, tapi juga lebih senyap akan lebih baik, terlebih untuk misi surveillance.
Berangkat dari kebutuhan akan sosok handal motor trail, namun harus senyap (silent) laksana sepede listrik (selis), mendorong pabrikan senjata kondang asal Rusia, Kalashnikov untuk memperkenalkan prototipe motor trail khusus kebutuhan pasukan khusus. Prototipe yang masih dalam tahap uji coba ini belum lama telah diperkenalkan di ajang International Military Technical Forum – Army 2017, pameran persenjataan di Moskow Rusia yang berlangsung 22 – 27 Agustus 2017.
Dalam wujud yang prototipe, motor tempur ini dirancang melahap medan berat, terutama untuk membantu pasukan melaksanakan misi pengintaian dan penyerbuan (raid). Motor tempur lansiran Kalashnikov ini murni elektrik, artinya tidak membutuhkan bahan bakar bensin, sebagai gantinya motor ini mendapatkan energi dari proses charging untuk mengisi baterainya.
Merujuk ke situs resmi, motor untuk pasukan elite ini punya kecepatan maksimum 80 km per jam, dan dalam kondisi baterai full, motor dapat menjelajah sampai 100 – 150 km. Disebutkan pula, uji coba tahap pertama motor dengan daya maksium 15 Kw ini telah berhasil dilalui, setelah sebelumnya Kalashnikov merilis varian motor sejenis untuk kebutuhan kepolisian Rusia.



Untuk mendukung operasional prajurit, pada bagian belakang motor telah disiapkan folding cargo untuk penyimpanan beragam perangkat pendukung, kemudian pada bagian stang juga disematkan dudukan khusus untuk meletakkan senapan serbu, dan modular lightweight load-carrying equipment (MOLLE) untuk penyimpanan amunisi, peralatan individual, makanan/air, radio, perlengkapan lainnya.


Dalam suatu presentasi, pihak Kalashnikov menyebut bahwa pengoperasian motor senyap ini akan lebih efektif bila personel pengemudi dilengkapi night vision goggles.


Sementara dari kubu seberang, yakni Amerika Serikat, juga tak mau kalah dalam pengembangan motor trail senyap. Dibawah proyek “Sient Hawk” sejak April 2014, Logos Technologies telah mendapatkan dana pengembangan dari DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) untuk pembuatan prototipe motor trail senyap untuk kebutuhan pasukan elite AS. Secara prinsip Silent Hawk mirip-mirip dengan motor senyap dari Kalashnikov, namun Silent Hawk disebut-sebut mengadopsi teknologi hybrid electric.



Artinya selain bisa di charge ala smartphone, Silent Hawk bisa mendapatkan tenaga dari bahan bakar bensin. Hebatnya lagi beragam jenis bahan bakar bisa diminum, mulai dari bensin, avtur JP-5, JP-8, Jet-A1, propane, dan AVGAS. Penasaran dengan Silent Hawk? lebih detail akan kami kupas di artikel selanjutnya. Yang jelas, pengembangan motor tempur berkemampuan senyap, cepat atau lambat diyakini akan diadopsi juga oleh pasukan elite Indonesia. (Haryo Adjie)

Sumber : Indomiliter

Intip Lebih Dekat BT-3F, Ranpur APC Terbaru Kavaleri Korps Marinir


tanda-tanda pansam (panser amfibi) BT-3F bakal diakuisisi oleh Korps Marinir kian menguat, setelah pada tahun lalu ada tinjauan langsung dari petinggi TNI pada sosok ranpur yang baru diluncurkan tersebut, kini di ajang Army 2017 yang berlangsung di Patriot Expocenter, Moskow, Rusia (22 – 27 Agustus), delegasi dari Korps Marinir (Kormar) yang dipimpin Komandan Kormar Mayor Jenderal Bambang Suswantono langsung bertandang ke Rusia untuk melihat langsung demonstrasi kemampuan BT-3F

Seperti telah diwartakan pada Indomiliter.com (22/8/2017), Alexey Losev, Deputi Direktur KTZ (Traktornie Zavody) menyebutkan, bahwa Korps Marinir tertarik pada BT-3F. Dasar ketertarikan pada ranpur ini lantaran dibangun dari sasis (platform) tank IFV (Infantry Fighting Vehicle) BMP-3F, jenis tank kanon yang kini telah melengkapi Batalyon Tank Amfibi Resimen Kavaleri Marinir. Dan yang pasti BT-3F dianggap paling ideal sebagai pengganti pansam BTR-50P yang usianya telah lanjut. Sebagai informasi, walau berwujud tank APC (Armoured Personnel Carrier), Marinir lebih akrab menyebut BTR-50 sebagai panser amfibi.
Selain dibangun dari sasis BMP-3F, keunikan BT-3F adalah merupan ranpur jenis baru, bahkan saking barunya militer Rusia pun belum mengoperasikan BT-3F. Bila akhirnya jadi mengakuisisi BT-3F, maka Indonesia menjadi negara pengguna pertama BT-3F. Dibangun dari “nama besar” BMP-3F, beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Siprus, dan Kuwait kabarnya juga tertarik pada BT-3F. Bagi pasar Rusia, BT-3F digadang sebagai pengganti BTR-80 APC yang usianya telah menua. KTZ selaku manufakturnya pun baru dalam tahap menawarkan BT-3F untuk militer Rusia.



Desain dan Proteksi
Dari segi rancangan, jelas ada kesamaan antara BMP-3F dan BT-3F, hanya saja pada BT-3F posisi kubah kanon diganti sebagai kompartemen bagi 14 pasukan. Sementara konfigurasi pengemudi tak ubahnya pada BMP-3F, yakni berada di bagian tengah. Seperti BMP-3F, di sisi kanan dan kiri pengemudi terdapat dua kursi dengan dua palka (hatch) untuk kru cadangan. Dua kru cadangan ini berperan sebagai penembak senapan mesin 7,62 mm, terdapat satu pucuk senapan mesin PKT 7,62 mm di sisi kanan ranpur. Dengan adopsi RCWS, maka salah satu fungsi dari kru cadangan (sebelah kiri) berperan sebagai pengendali senapan mesin RCWS.
Kompartemen pasukan berada di belakang  dengan akses masuk melalui dua pintu di lambung kiri dan kanan, serta dua hatch besar di bagian atas. BT-3F punya bobot 18,5 ton, panjang 7 meter, lebar 3,3 meter, dan tinggi 3 meter BT-3F dibangun dari konstruksi baja berlapis aluminium yang menyediakan ruang aman bagi awak dan personel dari tembakkan senjata ringan dan serpihan artileri. Secara umum lapisan baja BT-3F ada di level 4 STANAG 4569, yang dapat diartikan dapat menahan terjangan proyektil kaliber 12,7 mm dan 14,5 mm dari jarak 200 meter.



Fitur lain yang menjadi standar di BT-3F adalah sistem perlindungan pada Nubika, pendeteksi kebakaran pada kompartemen dan mesin, serta fire fighting equipment system.
Senjata
KTZ menawarkan kustomisasi pada kustomernya, namun seperti terlihat dalam produk yang ditampilkan di Army 2017, BT-3F dipasangkan RCWS (Remote Control Weapon System) DPV-T dengan senapan mesin PKTM Kalashnikov kaliber 7,62 x 54 mm. Dalam paket, BT-3F bisa juga dipasangkan senjata seperti senapan mesin berat 6P49 Kord 12,7 mm, KPVT 14,5 mm, dan pelontar granat otomatis AGL-40.


Kendali kubah senjata dilakukan lewat kamera yang didukung sensor thermal dan laser untuk mendukung operasi di malam hari. Dengan kemampuan putar 360 derajat, laras senjata di kubah RCWS dapat bergerak vertikal mulai dari sudut -5 sampai 60 derajat. Mau tahu kecepatan reaksi laras senjata ini? Pergerakan DPV-T mulai dari kecepatan 0,03 derajat per detik sampai 40 derajat per detik. Untuk fungsi samaran dan pelarian, pada bagian depan pada sisi kiri dan kanar terdapat masing-masing 3 pelontar granat asap.

Dapur Pacu
BT-3F ditenagai mesin diesel yang serupa dipakai BMP-3F, yaitu UTD-29M 4 stroke berdaya 500hp. Dengan sistem transmisi semi-matic, ada empat percepatan maju dan dua percepatan mundur. Jarak jangkau BT-3F masih sama dengan BMP-3F, kurang lebih 600 kilometer. Laju kecepatan BT-3F dijalan mulus mencapai 70 km per jam, dan kemampuan berenangnya masih standar di 10 km per jam. Tentang kemampuan renang, BT-3F disokong sepasang hydrojet (waterjet), BT-3F dapat menembus gelombang laut hingga kategori sea state 3. Dengan kapasitas bahan bakar maksimum (350 liter), BMP-3F dapat berlayar selama tujuh jam non stop.



Selain BT-3F, Korps Marinir dikabarkan juga tertarik pada ranpur lain yang dibangun dari basis BMP-3, sebut saja 2S31 Vena sebagai Self Propelled Mortar. Bila nantinya BT-3F jadi melengkapi arsenal alutsista Resimen Kavaleri Korps Marinir, maka ranpur ini akan ditempatkan di Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yon Ranratfib), kesatuan yang saat ini mengoperasikan BTR-50P, AMX-10P, BVP-2 dan LVTP-7. (Gilang Perdana)

Sumber : Indomiliter

Jumat, 25 Agustus 2017

Pembelian Sukhoi Su-35 belum jelas, Saab Kembali goda TNI AU dengan jet tempur Gripen

Pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger, yang akan dipensiunkan. Keputusan ini diambil setelah TNI Angkatan Udara melakukan penilaian terhadap sejumlah produk yang ditawarkan.
Sayangnya, rencana untuk mendatangkan Sukhoi terbaru ternyata masih menemui hambatan, utamanya soal harga. Negosiasi berlangsung sangat alot, dan penandatanganan perjanjian masih jauh dari realisasi.



Masalah tersebut membuat produsen pesawat tempur lain mencoba kembali menjajaki kembali negosiasi dengan Indonesia. Setelah sebelumnya Lockheed Martin dengan F-16 Viper, kini Saab mencoba menawarkan lagi JAS 39 Gripen. Tak hanya jet tempur, mereka juga menawarkan pesawat pengintai bernama GlobalEye.

"Kami ingin membuka kesempatan agar Indonesia memiliki pesawat yang modern, pas dengan kebutuhan TNI AU," ujar Campaign Director for Gripen in Indonesia, Magnus Hagman saat berbincang dengan merdeka.com, di Hall D Jakarta International Expo, Jakarta, belum lama ini.


Presiden Direktur dan CEO Saab Asia Pasific, Dan Enstedt merasa optimis untuk bisa memenuhi ambisi Indonesia dalam mengembangkan industri kedirgantaraan dan pertahanan melalui kerja sama internasional. Atas alasan itu pula, mereka bersedia memenuhi kewajiban transfer teknologi.

"Di Saab kami mengerti dan menghormati tujuan ini dan kami siap untuk bekerja sama dengan erat dengan pemerintah, industri, dan Tentara Nasional Indonesia dalam mencapai pengembangan nasional," paparnya.

Saab menyebutkan, Gripen memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Salah satunya adalah biaya operasional yang murah dibanding pesaing mereka. Bahkan, perusahaan asal Swedia ini juga berjanji akan melatih langsung teknisi dari Indonesia di negaranya.

"Kami akan bawa teknisi dari sini ke Swedia, dan perlakuan sama akan kami berikan kepada Indonesia," tambah Magnus.

Untuk memenuhi kebutuhan TNI AU, Saab mengaku tengah menimbang versi khusus, yakni C/D. Mereka juga mempersilakan jika ingin melakukan perubahan-perubahan mendasar terhadap komponen sebelum masa produksi dimulai.

"Pengiriman akan dimulai 18 bulan sejak kontrak ditandatangani. Kami percaya pesawat ini akan cocok bagi kekuatan masa depan nasional jika Indonesia menginginkannya."

Bagaimana dengan Indonesia, akankah jet tempur Sukhoi digantikan Gripen? (Merdeka)

Renggut 2000 Pelaut, Begini Cerita Ganasnya Pertempuran Laut Jawa

Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang Dunia Kedua hilang. Kedua negara itu menduga empat bangkai kapal perang dan sebuah kapal selam hilang karena dicuri.

Selain hilang, mereka juga menemukan dua kapal perang lainnya sudah dalam keadaan terpotong. Sejumlah besar bagian badan kapal sudah tidak ditemukan lagi, mereka beranggapan peristiwa itu sebagai penghinaan atas kuburan 2 ribu pelaut yang tewas dalam pertempuran laut.



Seperti apa dahsyatnya pertempuran di Laut Jawa hingga banyak memakan korban?

Pertempuran Laut Jawa, atau di dunia dikenal dengan nama Battle of Java Sea, disebut-sebut sebagai pertempuran laut terbesar kedua setelah Battle of Jutland, yang berlokasi dekat perairan Denmark dan Norwegia. Keduanya memiliki nilai penting dalam menentukan jalannya perang.


Dalam Battle of Jutland, Angkatan Laut Inggris terlibat pertempuran dengan Angkatan Laut Jerman pada perang dunia pertama. Saat itu, kedua belah pihak mengerahkan kekuatan terbesarnya masing-masing, yakni 250 kapal perang.

Di akhir perang, pertempuran itu telah menewaskan 8.645 pelaut, dan menenggelamkan 28 kapal. Namun kedua belah pihak saling mengklaim kemenangannya masing-masing.

Berbeda dengan Pertempuran di Jutland, jumlah armada yang dikerahkan dalam Pertempuran Laut Jawa tidak banyak. Jepang mengerahkan 2 kapal penjelajah berat, 2 kapal penjelajah ringan, 14 kapal perusak, dan 10 kapal transport. Armada itu dipimpin Laksamana Muda Takeo Takagi.


Sedangkan sekutu, yang terdiri atas Australia, Belanda, Amerika Serikat dan Inggris mengerahkan 2 kapal penjelajah berat, 3 kapal penjelajah ringan dan 9 kapal perusak. Armada ini dipimpin Rear Admiral Karel Doorman. Dilihat dari kekuatannya, sekutu jelas kalah jumlah.

Pemerintah Belanda yakin, invasi Jepang atas daerah jajahannya tinggal menunggu waktu. Ramalan itu pun terbukti dengan serbuan armada Negeri Sakura itu ke Tarakan, dan sejumlah lokasi lainnya di Sumatera serta Kalimantan. Jawa akan menyusul.

Untuk mencegahnya, dibentuklah satuan tugas yang beranggotakan armada laut dari Australia, Inggris, Amerika Serikat dan Belanda, atau disingkat ABDA. Armada itu dikomandoi oleh Karel Doorman.

Dari tiga pertempuran, yang paling menentukan adalah pertempuran di Laut Jawa. Meski kalah jumlah, Doorman berusaha keras agar Jepang tidak sampai menginvasi Pulau Jawa.




Pertempuran dimulai pada 27 Februari 1942, kapal perang sekutu mencoba menyerang secara terputus dari siang hari hingga tengah malam. Tujuan utamanya adalah menghancurkan kapal pengangkut pasukan, sehingga serangan ke Pulau Jawa setidaknya bisa ditunda.

Serangan demi serangan dilakukan, tembakan antar kapal perang bersahut-sahutan. Sekutu memiliki keunggulan udara setempat selama jam-jam di siang hari, kesuksesan itu terjadi karena kekuatan udara Jepang tak dapat mencapai armada itu dalam cuaca buruk.

Meski diuntungkan, cuaca tersebut juga membuat komunikasi antara armada tempur dengan armada udara di Pulau Jawa juga terganggu. Tak hanya itu, Jepang juga berhasil mengganggu frekuensi radio sekutu.

Pertempuran dimulai dengan serangkaian percobaan lebih dari 7 jam oleh Angkatan Serangan Gabungan Doorman untuk mencapai dan menyerang konvoi penyerbu itu, masing-masing dipukul telak oleh angkatan pengawal.

Kedua belah pihak mulai bertempur sejak pukul 16.00 WIB, dan tembakan pertama dimulai 16 menit berikutnya. Baik Jepang dan Sekutu saling menyerang dengan keunggulan meriam dan torpedo selama fase awal pertempuran.

HMS Exeter dibuat rusak parah akibat tembakan di ruang ketel oleh granat 8 inci. Kapal itu berjalan terseok-seok ke Surabaya, dikawal kapal HNLMS Witte de With.

Jepang kembali menembakkan 2 salvo torpedo besar berjumlah 92, namun hanya mencetak 1 hantaman ke HNLMS Kortenaer yang dihantam oleh Laras Panjang. Hasilnya, kapal itu pecah menjadi 2 bagian dan tenggelam dengan cepat.

HMS Electra, yang melindungi HMS Exeter, terlibat duel dengan Jintsu dan Asagumo. Meski berhasil merusak kapal perang Jepang, namun mereka juga menderita kerusakan parah pada bangunan bagian atasnya.



Setelah tembakan serius yang dimulai di Electra dan menara kecilnya yang kehabisan amunisi, perintah meninggalkan kapal diserukan. Di pihak Jepang, hanya Asagumo yang terpaksa mundur karena rusak.

Armada Sekutu terpecah dan mundur sekitar pukul 18.00 WIB. Gerakan mundur ini dilakukan setelah 4 kapal pemburu US Destroyer Division menembakkan tabir asap untuk menutupi pergerakan mereka. Sembari bergerak, mereka juga melancarkan serangan torpedo.

Angkatan perang sekutu berbalik ke selatan menuju pesisir Jawa, kemudian ke barat dan ke utara untuk mencoba menyelamatkan diri dari kelompok pengawal Jepang, namun malah terperangkap oleh konvoi itu. Saat itulah kapal-kapal DesDiv 58 yang torpedonya dikeluarkan meninggalkan rencananya sendiri dan kembali ke Surabaya.

Pukul 21.25 WIB, HMS Jupiter terkena ranjau dan tenggelam, 20 menit kemudian armada itu melewati tempat di mana HNLMS Kortenaer tenggelam lebih dulu, dan HMS Encounter ditugaskan untuk mengangkut yang selamat.


Armada sekutu kini hanya berkekuatan 4 kapal penjelajah, mereka masih menghadapi kapal perang Jepang pada pukul 23.00 WIB. Kedua belah pihak saling menembak di kegelapan dalam kisaran panjang, hingga HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java tenggelam oleh salvo laras panjang yang menghancurkan.

Doorman dan sebagian besar krunya tenggelam bersama HNLMS De Ruyter, hanya 111 orang yang diselamatkan dari kedua kapal itu. Kapal penjelajah Perth dan Houston yang tersisa kekurangan bahan bakar dan amunisi, dan menyusul perintah terakhir Doorman. Kemudian kedua kapal itu mundur, tiba di Tanjung Priok pada tanggal 28 Februari.

Pertempuran berlangsung selama sehari penuh ini telah menewaskan 2.300 orang pelaut, kebanyakan merupakan prajurit sekutu. Banyak di antaranya yang tenggelam bersama kapalnya atau terbunuh akibat ledakan dahsyat. Sementara, di pihak Jepang hanya 4 kapal pengangkut penumpang tenggelam. (Merdeka)

BJ Habibie Akui IPTN (PTDI) Dahulu “Dihabisi” Ulah Asing


Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, mengaku tidak terkejut dengan ambruknya Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) Bandung yang dirintisnya.
“Keberadaan IPTN membuat banyak ketakutan Barat terutama negara-negara yang memproduksi pesawat terbang,” ujarnya usai mengikuti kegiatan Lembaga Pengkajian MPR RI bertema Pendidikan & Kebudayaan Indonesia di Gedung Parlemen Senayan, Rabu (23/8/2017).
Ketakutan itu, ia menjelaskan, dibuktikan International Monetery Fund (IMF) yang melarang Pemerintah Indonesia pimpinan Presiden Soeharto untuk mengalokasikan Anggaran Penerimaan & Belanja Negara (APBN) kepada IPTN. “Jadi, yaaa mau apalagi,” ujarnya dengan gaya khas seorang jenius.
IPTN yang dibangun BJ Habibie bersama Nurtanio Pringgoadisurjo pada 26 April 1976 itu, berubah dengan nama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) lalu PT Dirgantara Indonesia (PTDI), sempat dipailitkan karena alasan utang oleh mantan karyawan & bank. Kendati Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan pailit dengan aneka pertimbangan pada 24 Oktober 2007.
Terakhir rumor media sosial menyebut PTDI “dijual” ke China untuk bayar utang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, dan ketua DPR RI Setya Novanto, yang belakangan dibantah Karohumas PTDI, Irlan Budiman, sebagai berita Hoax dengan tujuan tertentu, 
Bagi produsen pesawat terbang Barat, ia mengakui, ketakutan itu dilandasi banyak manuver yang dilakukannya. Mulai rencana Habibie membuat satelit sendiri (catatan : tahun 1970-an Indonesia merupakan negara terbesar ke-2 pemakaian satelit), pesawat sendiri, serta peralatan militer sendiri. Hal ini didukung ke-40 0rang tenaga ahli Indonesia yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan pembuat satelit Hughes Amerika, yang akan ditarik pulang ke Indonesia untuk mengembangkan industri teknologi tinggi nasional. Jika hal ini terwujud, maka ini akan mengancam industri teknologi Amerika (mengurangi pangsa pasar) sekaligus kekhawatiran kemampuan teknologi tinggi dan militer Indonesia.
Untuk skala internasional, BJ Habibie terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F-28, Transall C-160 (pesawat transpor militer), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 VTOL, CN-235, dan N250 (pesawat dengan teknologi fly-by-wire). Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain helikopter BO-105, pesawat tempur multi function, beberapa peluru kendali dan satelit.

TNI Beli 50 Unit Ranpur Baru Tahun 2018



RAPBN 2018 telah dipublikasi. Dalam rancangan anggaran tersebut Kementrian Pertahanan mendapatkan posisi kedua yang terbesar setelah Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Namun demikian, jumlah dana yang dianggarkan menurun dibandingkan tahun 2017. Tahun 2018 nanti anggaran Kemhan hanya mendapat jatah Rp 105.874,6 miliar. Ini menunjukkan penurunan sebesar 11,8 persen jika dibandingkan dengan perkiraan realisasi dalam tahun 2017 sebesar Rp 119.975,1 miliar. Namun demikian, program modernisasi dan tetap menjadi prioritas. Salah satunya adalah pengadaan 50 unit kendaraan tempur untuk TNI Angkatan Darat.

TNI Angkatan Darat sendiri diketahui memiliki sejumlah rencana pengadaan. Diantaranya adalah penambahan meriam Caesar dan roket Astros, pengadaan heli Mi-26, panser Pandur dan lain sebagainya. Namun pengadaan-pengadaan tersebut merupakan pengadaan melalui pinjaman luar negeri, yang tak sepenuhnya bergantung pada dana APBN. Lalu pertanyaannya, 50 unit ranpur apakah yang akan dibeli tersebut?

ARCinc mendapat sedikit bocoran bahwa ranpur tersebut adalah M-113. Kemungkinan ranpur M-113 yang dibeli nantinya berasal dari Italia, yang kemudian diperbarui di Belgia, sebelum dikirim ke Indonesia. Tampaknya, di masa depan, tulang punggung infantri mekanis TNI-AD memang akan bertumpu ke ranpur M-113. Karena itulah, kebutuhan atas ranpur ini pun terus bertambah.

Selain itu, seperti terlihat dalam Latancab TNI AD 2017, M-113 membuktikan mampu bergerak cepat mengimbangi Leopard di segala medan. Kabin yang cukup lapang dan olah gerak inilah yang membuat banyak prajurit infantri jatuh cinta. Sehingga tidak heran jika nantinya 50 unit ranpur yang akan dibeli melalui dana APBN.

Selain matra darat, modernisasi matra laut dan udara melalui dana APBN juga dijabarkan. Untuk TNI-AL akan dilakukan pembelian 10 unit alutsista berupa KRI atau KAL atau Ranpur. Sementara untuk matra udara, prioritasnya adalah modernisasi pusat komando Kohanudnas.

Kamis, 24 Agustus 2017

Mil Mi-26T2: Varian Tercanggih Helikopter Angkut Berat Untuk Puspenerbad TNI AD


Meski proses pengadaan CH-47F Chinook untuk Puspenerbad terus berjalan, namun ternyata pengadaan helikopter angkut berat dari negara rival Amerika Serikat, yakni Rusia tak lantas surut. Kabar rencana pembelian helikopter Mil Mi-26 sudah terdengar sejak pertengahan tahun 2016, dan justru kini ada kabar mengejutkan, bahwa rencananya Mi-26 akan mulai memperkuat Puspenerbad pada periode 2018 – 2019.
Kabar tersebut pertama kali diwartakan majalah internal TNI AD, Palagan Edisi Maret 2017. Bahkan varian Mi-26 yang akan diakuisisi mulai terendus jelas, yakni Mi-26T2, salah satu varian terbaru dari keluarga helikopter Mi-26 hasil rancangan Mil Moscow Helicopter Plant, salah satu divisi Russian Helicopters. Produksi helikopter ini sendiri dipasrahkan ke Rostvertol. Varian Mi-26T2 diluncurkan perdana pada tahun 2011. Karena membawa sejumlah perubahan pada sisi avionik, Mi-26T2 memasrahkan pengembangannya pada OJSC Ramenskoe Instrument Design Bureau (RKPB).
Ditangan RKPB, Mi-26T2 tak lagi seperti generasi Mi-25 di era Perang Dingin, helikopter yang masuk kelas heavy-lift transport helicopter ini telah dibekali dengan glass cockpit dengan LCD, control panel, airborne computer, dan sistem penjejak dengan infrared. Bila kustomer mengendaki, Mi-25T2 bisa pula dipasangi perangkat Tranzas TSL-1600, yaitu instrumen tambahan untuk mendukung penerbangan malam hari, salah satunya dengan adopsi night vision goggles (NVG).


Fitur avionik lainnya yang ada di Mi-26T2 seperti BREO-26 digital avionics suite untuk meningkatkan stabilitas dan kendali penerbangan dalam beragam kondisi dan medan. Kemudian ada perangkat NPK 90-2 flight and navigation system yang dikombinasikan dengan sisem komunikasi berbasis satelitAVSTAR/GLONASS. Mi-25T2 juga telah dilengkapi airborne flight recorder system, backup device system, on-board control system, dan clock gyro stabilised optoelectronic system.
Untuk dapur pacu, Mi-26T2 mendapat modernisasi mesin 2 x D-136-2 turbo-shaft gas turbine dari Motor Sich. Mesin ini sudah menggunakan teknologi FADEC (Full Authority Automatic Control). Agar pas menyasar pangsa ekspor, mesin Mi-26T2 sudah dirancang ideal digunakan pada iklim panas dan tropis. Jarak jelajah terbang helikopter ini mencapa 800 km, namun dengan tambahan tangki bahan bakar, jarak tempuh Mi-26T2 bisa digenjot hingga 1.905 km.


Mil Mi-26 bisa dipastikan sampai saat ini menjadi helikopter terbesar yang ada di muka Bumi. Fakta bahwa Mi-26 raksasa tak hanya bisa dilihat dari ukurannya yang super jumbo, tapi kapasitas cargo pun luar biasa hebat, yakni punya payload 20 ton. Bisa dipastikan tank amfibi andalan Marinir BMP-3F atau truk Ural 4320 mampu dibawa dengan mudah oleh Mi-26. Untuk urusan mobilitas pasukan misalnya, Mi-26 bahkan bisa menandingi daya tampung C-130 Hercules, sebanyak satu kompi pasukan infanteri dengan senjata lengkap dapat langsung diangkut oleh satu unit Mi-26. (Gilang Perdana)

Sumber : Indomiliter

Boeing CH-47F: Pilihan Indonesia, Inilah Varian Tercanggih Keluarga Chinook


Beli empat, delapan atau sepuluh unit kini tengah menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia untuk mengakuisisi helikopter angkut berat CH-47 Chinook. Dan seperti diutarakan petinggi Boeing, Yeong-Tae Pak, Boeing Regional Director for Southeast Asia, disebut bahwa yang diinginkan Indonesia adalah varian CH-47F, yang tak lain varian terbaru dan termutakhir dari keluarga Chinook.
Meski masih menanti deal kontrak pengadaan, menelisik helikopter angkut berat ini menjadi menarik, pasalnya saat Kavaleri Udara TNI AD mengoperasikan AH-64E Apache Guardian dan helikopter angkut sedang Black Hawk, maka gelar mobil udara TNI AD dan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) bakal menjadi klop dengan adanya sosok CH-47F Chinook. Bakal punya varian Chinook lebih baru dari milik Singapura, apa saja keunggulan dari CH-47F?
CH-47 Chinook mampu mendarat di air, bahkan disebut mampu mendarat di air dengan kondisi sea state 3.

Dengan kemampuan mendarat di air, pintu rampa dapat mendukung aktivitas pasukan amfibi.
CH-47F dikembangkan berdasarkan dari varian CH-47D, di CH-47F pihak Boeing mengadopsi tipe mesin baru, peningkatan kekuatan airframe, dan sistem avionic baru. Bila Chinook perdana CH-47A meluncur pada tahun 1962, maka CH-47F baru terbang perdana pada tahun 2001, dan produksi secara komersiakl baru dilakukan pada tahun 2006. Karena populasi CH-47D yang besar, Boeing menawarkan CH-47F yang berasal dari standar CH-47D (remanufaktur). Hingga tahun 2014, setidaknya sudah 300 unit CH-47F yang dikirimkan kepada AD Amerika Serikat dan US National Guard. Selain untuk konsumsi dalam negeri, kini CH-47F sudah dioperasikan oleh Kanada (15 unit), Belanda (6 unit), Inggris (24 unit) dan Australia yang telah mengorder 7 unit CH-47F untuk angkatan daratnya.

Kenyang dalam sejumlah operasi di Afghanistan dan Irak, misi yang telah diemban CH-47F mencakup transports troops, war supplies, battlefield equipment, medical evacuation, search and rescue, aircraft recovery, dan parachute drop. Helikoper dengan glass cockpit ini dapat menampung 33 sampai 55 penumpang, bergantung pada konfigurasi kargo dan misi. Seperti dalam misi medical evacuation (medevac), ruang kargo dapat disulap untuk membawa 24 tandu plus perlengkapan medis. Secara teori, ruang kargo dapat dimuati payload hingga 10,9 ton, ini dapat diartikan Chinook dapat membawa ranpur sekelas Hummer atau Komodo 4×4.
Khusus untuk angkut beban eksternal, Chinook dilengkapi tiga titik pengait (hook) di bagian bawah tubuhnya yang bisa dipergunakan selaligus. Tiga titik pengait tersebut dipasang segaris di titik simetris tubuh heli. Kapasitas terbesar sudah barang tentu ada pada hook utama yang ada di bagian tengah, yang punya kemampuan angkat beban 12 ton. Sementara hook di depan dan belakangnya masing-masing punya kemampuan angkat 7,5 ton. Untuk hook depan dan belakang bisa difungsikan untuk mengaitkan beban tambahan, atau untuk menstabilkan beban yang sudah dikaitkan di hook tengah, semisal saat Chinook mengangkat sebuah ranpur.
Dapur pacu CH-47F Chinook disokong dua mesin Honeywell T55-GA-714A turboshaft, yang tiap mesin dapat menghasilkan tenaga 4733 shp. Dengan performa ini menjadikan CH-47F menjadi helikopter yang lebih cepat dibanding helikopter serbu dan helikopter angkut pada umumnya, dimana kecepatan maksimum CH-47F bisa sampai 300 km per jam.
Jumlah awak CH-47F masih sama dengan varian terdahulu, yakni tiga orang terdiri dari pilot, copilot dan flight engineer. Sebagai elemen kavaleri udara, CH-47F umumnya dilengkapi dua door gun/minigun kaliber 7,62 mm pada sisi kiri dan kanan. Bahkan di ujung pintu rampa juga ditempatkan gunner dengan senjata serupa dengan kaliber 7,62 mm.
Khusus pesanan Inggris diberi label CH-47 Chinook Mk6 yang diterima tahun 2013, sementara varian Kanada diberi kode CH-147F, Chinook Kanada sudah mendapat modifikasi khusus menyangkut local suite, long range fuel tanks, dan perangkat FLIR (Forward Looking Infrared).
Mau tahu harga CH-47F Chinook yang kondang disebut Improved Cargo Helicopter? Untuk yang gress alias asli baru dibandrol US$32 juta. Sementara CH-47F yang berasal dari remanufaktur varian CH-47D/SD dibandrol US$26,5 juta. Bila opsi yang diambil mengaitkan permintaan ToT (Transfer of Technogy) maka CH-47F yang keluaran asli baru yang akan didatangkan. (Gilang Perdana)
Sumber : Indomiliter

Mil Mi-26: Kandidat Helikopter Angkut ‘Raksasa’ Untuk Puspenerbad TNI AD


Kebutuhan helikopter angkut berat tentu tak bisa ditawar untuk menunjang operasional TNI. Setelah sebelumnya menggunakan Mil Mi-17 V5, Puspenerbad TNI AD sebagai elemen kavaleri udara nasional dikabarkan tengah dalam proses menerima helikopter angkut berat asal AS, Boeing CH-47 Chinook. Meski berita pengadaan CH-47 Chinook cukup santer, namun hingga ini toh belum juga dilangsungkan kontrak pembeliannya. Lepas dari itu, muncul kabar lain, bahwa TNI AD justru tertarik pada helikopter angkut raksasa Mil Mi-26 dari Rusia.
Meski kabar pengadaan Mil Mi-26 belum bisa dikonfirmasi, tapi sinyal hadirnya helikopter yang sempat tampil dalam film Die Hard 5: A Good Day to Die Hard (2013), mendapat dukungan dari pihak internal user, terlebih Puspenerbad selama ini telah berpengalaman menggunakan helikopter asal Rusia, seperti Mil Mi-17 V5 dan heli serbu Mil Mi-35P Hind. Seperti halnya kabar jumlah CH-46 Chinook yang ditawarkan ke Indonesia, Mil Mi-26 yang rencananya akan didatangkan untuk TNI AD diproyeksikan sebanyak empat unit. Dan bila mengacu ke periode pengadaan, helikopter yang mampu membawa tank ini idealnya hadir pada periode tahun 2016 – 2019.
Bila nantinya Mil Mi-26 jadi memperkuat arsenal Puspenerbad, rasanya kehadiran helikopter ini bakal mendapat sambutan hangat dan suka cita dari warga, khususnya penggemar alutsista asal Rusia. Pasalnya, Mi-26 bisa menjadi obat rindu saat di era 60-an, TNI AU pernah mengoperasikan helikopter angkut raksasa Mil Mi-6. Merujuk ke sejarahnya, hadirnya Mil Mi-26 tak lain sebagai pengganti dari Mil Mi-6, dan sayangnya tidak ada jejak Mi-6 yang bisa dilihat saat ini sebagai monumen atau museum di Indonesia.
Kembali ke Mil Mi-26, bisa dipastikan sampai saat ini Ia menjadi helikopter terbesar yang ada di muka Bumi. Fakta bahwa Mi-26 raksasa tak hanya bisa dilihat dari ukurannya yang super jumbo, tapi kapasitas cargo pun luar biasa hebat, yakni punya payload 20 ton. Bisa dipastikan tank amfibi andalan Marinir BMP-3F atau truk Ural 4320 mampu dibawa dengan mudah oleh Mi-26. Untuk urusan mobilitas pasukan misalnya, Mi-26 bahkan bisa menandingi daya tampung C-130 Hercules, sebanyak satu kompi pasukan infanteri dengan senjata lengkap dapat langsung diangkut oleh satu unit Mi-26.



Dari sejarahnya, Mil Mi-26 mulai dirancang pada awal 1970 oleh biro desain Mil Moscow Helicopter Plant. Dari bobotnya yang ekstra besar dan punya kemampuan mengangkut kargo lewat sling seberat 12 ton, Mi-26 awalnya diperuntukkan untuk mendukung pekerjaan konstruksi berat, pembangunan jembatan, dan pemasangan transmisi listrik. Saat memasuki tahap pembuatan, Mi-26 diproduksi oleh Rostvertol, yakni dengan terbang perdana pada 14 Desember 1977.
Mil Mi-26 juga dikenal sebagai helikopter pertama di dunia yang menggunakan rotor utama dengan delapan bilah baling-baling. Sumber tenaganya dipasok dari dua mesin turboshaft Lotarev D-136 yang masing-masing mesin mampu menghasilkan tenaga 8.500 kW (11.399 shp). Dalam spesifikasinya, helikopter ini tidak dilengkapi dengan persenjataan, dan sudah lumrah bila Mi-26 dalam operasinya mendapat kawalan dari helikopter gunship.


Kelebihan lain sebagai helikopter raksasa, pada fasilitas ruang kargo dilengkapi dua derek listrik, yang masing-masing punya kapasitas tarik 2,5 ton. Derek ini digunakan untuk memudahkan proses pemindahan muatan di dalam ruang kargo. Awak helikopter juga dapat memantau proses pemuatan dan kondisi ruang kargo lewat kamera CCTV. Untuk menjamin keamanan dalam penerbangan, bila terjadi masalah pada power, Mi-26 sanggup terbang meski hanya dengan satu mesin, pasalnya Mi-26 dirancang dengan sistem berbagi beban pada mesin, jika satu mesin mati, maka otomatis bisa tetap terbang hingga jarak tertentu.


Karena fungsinya asasinya tak melulu untuk kebutuhan militer, Mi-26 banyak juga digunakan oleh pihak sipil, terutama dalam bisnis penerbangan charter pemindahan alat berat. Dan Bila kelak helikopter ini jadi memperkuat TNI, maka Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara, setelah Kamboja yang mengoperasikan Mi-26. Dalam kode NATO, helikopter mendapat penamaan sebagai HALO. Sampai saat ini, Mi-26 telah hadir dalam belasan versi. (Gilang Perdana)
Spesifikasi Mil Mi-26
– Crew: Five: 2 pilots, 1 navigator, 1 flight engineer, 1 flight technician
– Capacity: 90 troops or 60 stretchers/20.000 kg cargo
– Length: 40,025 meter (rotors turning)
– Rotor diameter: 32 meter
– Height: 8,145 meter
– Empty weight: 28.200 kg
– Loaded weight: 49.600 kg
– Max. takeoff weight: 56.000 kg
– Powerplant: 2 × Lotarev D-136 turboshafts, 8,500 kW (11,399 shp) each
– Maximum speed: 295 km/h
– Cruise speed: 255 km/h
– Range: 1.920 km (with auxiliary tanks)
– Service ceiling: 4.600 meter

Sumber : Indomiliter